Pemandangan paling menakjubkan di Gontor yang sampai sekarang belum terupload di internet atau terpampang di Warta Dunia adalah suasana Belajar Malam Keliling yang diadakan ketika menjelang ujian. Kita akan melihat ribuan manusia belajar membawa buku sejauh mata memandang diarea kampus dalam pondok, ada yang belajar ditangga Masjid, bawah menara, berjalan di lapangan, lesehan diatas paving, diparkiran, ditaman, dibawah pohon dsb. Suasana begitu ramai dengan teriakan ribuan Santri yang menghafal pelajaran. Lampu-lampu tambahan disebar disudut2 pondok, seperti ruang kelas raksasa. Belum ratusan Asatidz yang disebar dan siap ditanyai Santri jika ada pelajaran yang belum paham atau sekedar melapor hafalan, ada juga stand2 khusus tersebar per kelompok mata pelajaran yang siap memberikan penjelasan kepada Santri yang datang.
Menakjubkan!
Translate
Tampilkan postingan dengan label Hikayat Ma'had. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikayat Ma'had. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Juli 2014
Sabtu, 21 Juni 2014
Piket Malam
Piket Malam adalah piket jaga pondok pada malam hari dari pukul 23.00 sampai shubuh. Dilaksanakan oleh kelas 1 Int., 3 Int. dan kelas 4, digilir setiap rayon, ada sekitar 40an pos yang tersebar dikomplek pondok, mulai dari kamar asatidz sampai persimpangan jalan strategis, tiap pos terdiri dari 3 orang, khusus Coffe Staff yang bertugas membuat Kopi dan keliling membagikannya dengan gerobak bisa lebih dari 3 orang.
Kalau kita dapat giliran piket malam, maka tidak ikut belajar malam, tapi di ganti dengan tidur sampai pukul 21.00, setelah itu kumpul di Bag. Keamanan untuk pembagian tempat dan boleh tidur lagi atau beli makanan untuk jaga sampai pukul 23.00. Sebelum jaga harus ceklist, mengambil buku laporan jaga dan memakai kacu tanda piket malam...
Kalau ada Santri malam hari membawa makanan berkacu hijau keliling pondok, berarti merekalah petugas piket malamnya. Selama jaga tidak boleh tidur, kalau ketahuan Bag. Keamanan yang keliling bisa disuruh lari keliling pondok mengejar sepedanya, di hukum keliling gedung atau tidak dapat surat ijin.
Ya, kita dapat ijin meninggalkan dua jam mata pelajaran untuk tidur setelah piket malam. Piket malam biasa di isi dengan baca buku, ngobrol atau bikin mie "gober", supaya Santri tidak tidur, biasanya ada absen wajib tiap jam.
Kalau kita dapat giliran piket malam, maka tidak ikut belajar malam, tapi di ganti dengan tidur sampai pukul 21.00, setelah itu kumpul di Bag. Keamanan untuk pembagian tempat dan boleh tidur lagi atau beli makanan untuk jaga sampai pukul 23.00. Sebelum jaga harus ceklist, mengambil buku laporan jaga dan memakai kacu tanda piket malam...
Kalau ada Santri malam hari membawa makanan berkacu hijau keliling pondok, berarti merekalah petugas piket malamnya. Selama jaga tidak boleh tidur, kalau ketahuan Bag. Keamanan yang keliling bisa disuruh lari keliling pondok mengejar sepedanya, di hukum keliling gedung atau tidak dapat surat ijin.
Ya, kita dapat ijin meninggalkan dua jam mata pelajaran untuk tidur setelah piket malam. Piket malam biasa di isi dengan baca buku, ngobrol atau bikin mie "gober", supaya Santri tidak tidur, biasanya ada absen wajib tiap jam.
JEDA
Hidup di Gontor tidak hanya sekedar bayar SPP dan diberi uang jajan bulanan, melainkan membutuhkan juga pengorbanan, keikhlasan dan ketahanan mental.
Hidup berkecukupan harta di Gontor tidak menjamin akan bertahan lama di Gontor, karena keikhlasan untuk dididik tidak bisa dibeli.
Rp.510ribu diluar mungkin mahal, tapi dibandingkan dengan apa yang kita dapat di bumi Darussalam ini, sangatlah murah. Gontor akan menagih uang SPP hanya ketika akan ujian saja. Kita akan tetap makan kenyang tiga kali sehari di dapur walaupun menunggak SPP. Selain bahan pokoknya ada yang Gontor menanamnya sendiri, ada juga Santri yang sudah bayar jauh bulan, yang uangnya bisa dipakai untuk menutupi para penunggak itu.
Banyak anak orang kaya, pejabat, anak Kyai dan bahkan anak alumni yang tidak bisa bertahan disini, karena tak mau mengosongkan gelas. Ada juga anak petani, orang biasa sukses karena siap mengosongkan gelas.
"Hidup disini tidak cukup dengan harta, salah kalau Gontor hanya buat orang kaya."
Ketika kau bergaul dengan Santri Gontor, kau tak akan bisa tahu siapa diantara mereka yang berasal dari kalangan berada dan mana yang berasal dari kalangan kurang berada. Karena apa yang mereka kenakan itu sama, ada peraturan yang mengatur pakaian Santri. Perbedaan si kaya dan si miskin tidak akan terlihat di Gontor. Semua sama dan tidak akan ada Santri kaya yang memilih-milih teman yang kaya-kaya saja.
Disini kita bisa melihat persahabatan antara anak karyawan dan anak bos, antara anak petani dan anak pejabat dsb. Semua begitu indah. Karena pada hakikatnya semua memang sama, yang membedakan hanyalah ketakwaannya kepada Allah SWT.
Uniknya kita disini bisa melihat si bersih dan si kotor, kemampuan Santri dalam menjaga kebersihan sangat terlihat. Tapi jangan salah! Banyat Santri yang kucel, kotor dan berantakan tapi dari kalangan berada. Karena mungkin mereka dulu sering dilayani. Akan terlihat Santri yang bersih, rapi dan wangi walaupun berpakaian sederhana tapi dari kalangan kurang mampu.
Kalau ingin menebak latar belakang keluarga Santri itu susah, karena kita semua disamakan dalam ikatan disiplin pondok. Banyak kawan yang rajin beribadah, pendiam dan sholeh tapi sebelum masuk pondok mereka adalah preman, terjebak pergaulan bebas bahkan mantan pecandu. Ada juga yang sedikit nakal, sering melanggar tapi dulunya anak baik-baik.
Senakal-nakalnya Santri Gontor, masih bisa baca Quran dengan baik dan benar, tahu hukumnya , hafal juz Amma, dan sholat 5 waktu. Sangat beda dengan anak nakal diluar sana.
Aku sangat bersyukur bisa berada disini, suatu tempat saat pertam memasukinya, tak seorangpun yang aku kenal, namun kawan-kawan yang da tang dari penjuru negri itu siap menganggapku saudara dan akan selalu menemaniku.
Gontor, 10 Juni 2014
Room 10, Saudi 1/2
Hidup berkecukupan harta di Gontor tidak menjamin akan bertahan lama di Gontor, karena keikhlasan untuk dididik tidak bisa dibeli.
Rp.510ribu diluar mungkin mahal, tapi dibandingkan dengan apa yang kita dapat di bumi Darussalam ini, sangatlah murah. Gontor akan menagih uang SPP hanya ketika akan ujian saja. Kita akan tetap makan kenyang tiga kali sehari di dapur walaupun menunggak SPP. Selain bahan pokoknya ada yang Gontor menanamnya sendiri, ada juga Santri yang sudah bayar jauh bulan, yang uangnya bisa dipakai untuk menutupi para penunggak itu.
Banyak anak orang kaya, pejabat, anak Kyai dan bahkan anak alumni yang tidak bisa bertahan disini, karena tak mau mengosongkan gelas. Ada juga anak petani, orang biasa sukses karena siap mengosongkan gelas.
"Hidup disini tidak cukup dengan harta, salah kalau Gontor hanya buat orang kaya."
Ketika kau bergaul dengan Santri Gontor, kau tak akan bisa tahu siapa diantara mereka yang berasal dari kalangan berada dan mana yang berasal dari kalangan kurang berada. Karena apa yang mereka kenakan itu sama, ada peraturan yang mengatur pakaian Santri. Perbedaan si kaya dan si miskin tidak akan terlihat di Gontor. Semua sama dan tidak akan ada Santri kaya yang memilih-milih teman yang kaya-kaya saja.
Disini kita bisa melihat persahabatan antara anak karyawan dan anak bos, antara anak petani dan anak pejabat dsb. Semua begitu indah. Karena pada hakikatnya semua memang sama, yang membedakan hanyalah ketakwaannya kepada Allah SWT.
Uniknya kita disini bisa melihat si bersih dan si kotor, kemampuan Santri dalam menjaga kebersihan sangat terlihat. Tapi jangan salah! Banyat Santri yang kucel, kotor dan berantakan tapi dari kalangan berada. Karena mungkin mereka dulu sering dilayani. Akan terlihat Santri yang bersih, rapi dan wangi walaupun berpakaian sederhana tapi dari kalangan kurang mampu.
Kalau ingin menebak latar belakang keluarga Santri itu susah, karena kita semua disamakan dalam ikatan disiplin pondok. Banyak kawan yang rajin beribadah, pendiam dan sholeh tapi sebelum masuk pondok mereka adalah preman, terjebak pergaulan bebas bahkan mantan pecandu. Ada juga yang sedikit nakal, sering melanggar tapi dulunya anak baik-baik.
Senakal-nakalnya Santri Gontor, masih bisa baca Quran dengan baik dan benar, tahu hukumnya , hafal juz Amma, dan sholat 5 waktu. Sangat beda dengan anak nakal diluar sana.
Aku sangat bersyukur bisa berada disini, suatu tempat saat pertam memasukinya, tak seorangpun yang aku kenal, namun kawan-kawan yang da tang dari penjuru negri itu siap menganggapku saudara dan akan selalu menemaniku.
Gontor, 10 Juni 2014
Room 10, Saudi 1/2
Jumat, 17 Januari 2014
Uniknya Mandi di Rayon Kudama
Perlu diketahui, di Gontor tidak mandi di kolam bareng-bareng seperti disebagian pondok Salaf. Melainkan mandi satu per satu dikamar mandi yang pintunya terbuat dari plat seng yang atasnya ada yang tidak rapat karena untuk menyampirkan pakaian. Kamar mandi ada yang tiga lantai seperti kamar mandi Saudi.
Uniknya mandi dirayon kudama adalah sebagai berikut :
1. BERANGKAT MANDI
Saat pergi ke kamar mandi seperti mau main pasar-pasaran karena yang dibawa biasanya kalau tidak kaleng cat atau kaleng roti sebagai gayung dan botol minuman sebagai tempat sabun cair dengan ada seperti tahi burung diatas kepala yang ternyata adalah shampo.
Terkadang ada yang suka menyamakan diri mereka dengan motor atau mobil karena kalau mandi sukanya pakai kanebo dan spongenya busa kasur. Jika kita mandi bawa perlengkapan lengkap malah dikatain habis belanja dari mall.
2. MENGANTRI MANDI
Di GBK itu kalau ngantri tinggal taruh gayung depan pintu gak banyak ngomong dan bisa ditinggal nyuci, tapi ini beda, yang ngantri mulutnya dengan ngomong "ba'daka" yang artinya "setelahmu" kepada setiap yang mau mandi dan dibelakangnya masih ada ba'daka2 yang lain, ini yang bikin orang mandi tidak tenang. Terutama fashl adi, orang lagi mandi ngetok-ngetok pintu sambil nongolin kepalanya cuma untuk ngomong "ba'daka" emang gak lihat depan ada yang masih ngantri apa. Apalagi kalau yang didalam lagi BAB kan WCnya menghadap ke pintu, kayak tadi pengin banget nyiram. Kalau yang taksifi biasanya cuma ngetok gak pakai nongolin kepala. Ada juga yang booking kamar mandi, satu anggota kamarnya mandi yang masih dikamar bilang "ba'daka", nanti kalo yang mandi dibilang "ba'daka" sama orang ngomongnya sudah ada yang ngantri, padahal masih dikamar, enak sekali! Biasanya itu maraton satu kamar. Karena ribetnya sistem antrian "ba'daka" ini, banyak orang yang putus asa dan teriak "ba'daka jami'an" yang artinya "setelah kamu semua" atau "qablaka" yang artinya "sebelummu". Saking kebiasaan ngomong "ba'daka" kalau mau mandi, ini jadi kesempatan mas para jasus cari mangsa Mahkamah Lugoh di English Week karena "ba'daka" itu Bahasa Arab. Selain itu mereka mandi juga sambil "tanjim", banyak yang gak modal, mandi cuma bawa ember cat sama sikat gigi dan secuil sabun batang. Sisanya minta, niat mandi apa tidak si?
3. SAAT MANDI
Mandi kalau antrian panjang, jangan mencoba untuk berlama-lamaan, maka pintu akan di gedor atau didobrak, kadang ada yang sampai bolong dan peot. Kalau mau BAB jangan coba saat jam mandi, maka carilah diwaktu baca quran atau penyampaian idiom. Biasanya yang tidak punya handuk setelah mandi itu loncat-loncat, kelihatan kepalanya thok, katanya buat menghilangkan air. Kalau yang kepepet waktunya mandi akan habis maka cari kran untuk mandi Kebo, keramas, cuci muka dan sikat gigi thok.
Itulah sedikit cerit uniknya mandi rayon kudama.
Uniknya mandi dirayon kudama adalah sebagai berikut :
1. BERANGKAT MANDI
Saat pergi ke kamar mandi seperti mau main pasar-pasaran karena yang dibawa biasanya kalau tidak kaleng cat atau kaleng roti sebagai gayung dan botol minuman sebagai tempat sabun cair dengan ada seperti tahi burung diatas kepala yang ternyata adalah shampo.
Terkadang ada yang suka menyamakan diri mereka dengan motor atau mobil karena kalau mandi sukanya pakai kanebo dan spongenya busa kasur. Jika kita mandi bawa perlengkapan lengkap malah dikatain habis belanja dari mall.
2. MENGANTRI MANDI
Di GBK itu kalau ngantri tinggal taruh gayung depan pintu gak banyak ngomong dan bisa ditinggal nyuci, tapi ini beda, yang ngantri mulutnya dengan ngomong "ba'daka" yang artinya "setelahmu" kepada setiap yang mau mandi dan dibelakangnya masih ada ba'daka2 yang lain, ini yang bikin orang mandi tidak tenang. Terutama fashl adi, orang lagi mandi ngetok-ngetok pintu sambil nongolin kepalanya cuma untuk ngomong "ba'daka" emang gak lihat depan ada yang masih ngantri apa. Apalagi kalau yang didalam lagi BAB kan WCnya menghadap ke pintu, kayak tadi pengin banget nyiram. Kalau yang taksifi biasanya cuma ngetok gak pakai nongolin kepala. Ada juga yang booking kamar mandi, satu anggota kamarnya mandi yang masih dikamar bilang "ba'daka", nanti kalo yang mandi dibilang "ba'daka" sama orang ngomongnya sudah ada yang ngantri, padahal masih dikamar, enak sekali! Biasanya itu maraton satu kamar. Karena ribetnya sistem antrian "ba'daka" ini, banyak orang yang putus asa dan teriak "ba'daka jami'an" yang artinya "setelah kamu semua" atau "qablaka" yang artinya "sebelummu". Saking kebiasaan ngomong "ba'daka" kalau mau mandi, ini jadi kesempatan mas para jasus cari mangsa Mahkamah Lugoh di English Week karena "ba'daka" itu Bahasa Arab. Selain itu mereka mandi juga sambil "tanjim", banyak yang gak modal, mandi cuma bawa ember cat sama sikat gigi dan secuil sabun batang. Sisanya minta, niat mandi apa tidak si?
3. SAAT MANDI
Mandi kalau antrian panjang, jangan mencoba untuk berlama-lamaan, maka pintu akan di gedor atau didobrak, kadang ada yang sampai bolong dan peot. Kalau mau BAB jangan coba saat jam mandi, maka carilah diwaktu baca quran atau penyampaian idiom. Biasanya yang tidak punya handuk setelah mandi itu loncat-loncat, kelihatan kepalanya thok, katanya buat menghilangkan air. Kalau yang kepepet waktunya mandi akan habis maka cari kran untuk mandi Kebo, keramas, cuci muka dan sikat gigi thok.
Itulah sedikit cerit uniknya mandi rayon kudama.
Ngerepp
Ini adalah kegiatan rutin di hari Jumat pagi untuk menunggu giliran lari pagi diadakan ngerepp bareng sebagai pembuang stress setelah penat belajar selama seminggu.
Yang berkaous hijau namanya Muharik, mereka yang memimpin dan mengajak teman-temannya ngerepp dengan yel-yel koplak dan lucu. Dalam kegiatan ini dijamin semuanya bahagia dan senang seperti tanpa masalah. Apalagi kalau diadu dengan rayon lainnya.
Yang berkaous hijau namanya Muharik, mereka yang memimpin dan mengajak teman-temannya ngerepp dengan yel-yel koplak dan lucu. Dalam kegiatan ini dijamin semuanya bahagia dan senang seperti tanpa masalah. Apalagi kalau diadu dengan rayon lainnya.
Gedung Saudi
Ini adalah Gedung bernama Saudi, gedung sumbangan pemerintah Arab Saudi ini terdiri dari banyak gedung. Yang terlihat adalah Gedung Saudi VI, disana ada ruang kelas, Kantor KMI, Kantor Gontor TV, Kantor Suargo FM dan OCC. Gedung ini bertetangga dengan Trimurti Press di sebelah barat, tempat parkir kendaraan pondok di sebelah timur, perumahan dosen di sebelah selatan dan Pendopo disebelah utara.
Dibelakang gedung berlantai tiga itu masih ada gedung Saudi yang lain yang digunakan sebagai Rayon atau Asrama Santri, dengan kamar mandi tiga lantai dibelakangnya.
----------
Dikirim dari Nokia saya
Dibelakang gedung berlantai tiga itu masih ada gedung Saudi yang lain yang digunakan sebagai Rayon atau Asrama Santri, dengan kamar mandi tiga lantai dibelakangnya.
----------
Dikirim dari Nokia saya
Kamis, 16 Januari 2014
Trayek Gontor
Jika kita naik kendaraan umum dan turun di Stasiun Madiun atau terminal Ponorogo, jangan bingung cari angkot ke desa Gontor. Karens akan ada trayek yang siap membawa kita ke pondok dengan petugas dari kelas 6 yang nanti kita bayar ke dia untuk di ganti kwitansi. Tshun lalu tarif dari Stasiun Madiun sebesar Rp. 35.000 dan dari Terminal Ponorogo sebesar Rp. 15.000. Itu langsung diantarkan sampai gedung tempat Costume House berada.
Latihan Lagu
Lagu Hymne Oh Pondokku adalah lagu mars gontor yang selalu dinyanyikan untuk mengawali perkumpulan-perkumpulan resmi dengan posisi siap dan telah berlangsung dari dulu.
Karena begitu sakralnya lagu ini maka ada seminggu dibulan Syawwal untuk berlatih wajib lagu ini, untuk anak lama biasanya hanya dua hari diwaktu pagi berlatih bersama dilapangan depan BPPM, hanya untuk mereview supaya tidak lupa. Kalo untuk anak baru ada latihannya dikelas pada jam kelima dan keenam dilatih oleh kakak kelas 6 pilihan. Mereka dilatih dari pengenalan not, membaca not sampai menyanyikan lirik lagu. Lagu ini akan mereka nyanyikan bersama saat Kuliah Umum di BPPM untuk pertama kalinya.
Karena begitu sakralnya lagu ini maka ada seminggu dibulan Syawwal untuk berlatih wajib lagu ini, untuk anak lama biasanya hanya dua hari diwaktu pagi berlatih bersama dilapangan depan BPPM, hanya untuk mereview supaya tidak lupa. Kalo untuk anak baru ada latihannya dikelas pada jam kelima dan keenam dilatih oleh kakak kelas 6 pilihan. Mereka dilatih dari pengenalan not, membaca not sampai menyanyikan lirik lagu. Lagu ini akan mereka nyanyikan bersama saat Kuliah Umum di BPPM untuk pertama kalinya.
Rabu, 15 Januari 2014
Piring Multifungsi
Piring adalah sebuah benda yang sering digunakan untuk tempat makanan ketika kita makan. Diletakkan di rak piring sebelum digunakan dan masuk ketmpat pencucian bersama alat-alat masak lain untuk siap dicuci bersama. Bentuk dan bahannya pun berbeda-beda, dari mulai bahan plastik sampai seng, dari bentuk lingkaran sampai bentuk daun, sangat bervariasi.
Di gontor, piring yang boleh digunakan hanya berbenyuk lingkaran dan berbahan dasar melamine saja. Piring empreng hanya untuk kelas 6. Piring lingkaran melamine pun belum cukup, tapi harus polon tanpa gambar atau motif. Piring bentuk lingkaran dipilih untuk menyeragamkan piring Santri se-Darussalam. Semua disengaja untuk pendidikan kerapian dan keseragaman. Dipilihnya bahan melamine karena ringan, mudah dibawa, tidak mudah pecah, aman dan tidak berisik kalau jatuh.
Para anggota dapur umum juga diwajibkan memberi nama, kelas, daerah dan rayon menggunakN cat diatas piringnya. Kalau tidak seperti itu maka akan banyak orng malas mengambil piring dan lebih suka meminjam. Itu bisa menularkan penyakit dan jika tanpa identitas akan mudah hilang dan membuat si pemilik tidak bisa makan. Setiapkita akan keluar dari dapur di pintu keluar biasanyaada staff Bag. Dapur yang mencocokan nama dipiring dengannama di papan nama kita. Piring menjadi barang pribadi yang wajib dimilki oleh Santri se-Darussalam, terutama anggota Dapur Umum.
Piring adalah salah satu benda paling populer dan ada dimana-mana. Bagi kalangan anak baruyang peraturannya keluar dari rayon setengah jam lebih cepat, mereka biasa membawa piring kemana-mana, masuk kelas pagi, pelajaran sore, muwajjah malam, pramuka bahkan muhadhoroh kadang ada yang bawa piring. Kalau kita melihat Santri membawa piring ke tempat yang tidak sesuai, betarti mereka Santri baru yang tidak sempat mengembalikan piringnya ke kamar.
Jika dibandingkan dengan diluar sana, hal ini termasuk unik dan langka. Bisa dibayangkan, biasanya diruang kelas hanya ada peralatan tulis, tapi dikelas 1 dan 1 Int. kita bisa melihat piring sebagai alat dapursatu-satunya yang masuk kelas dan menemani pemiliknya belajar. Keyika latihan pramuka sebagai kegiatan ekskul, piring biasa diletakkan di sela-sela tanaman, etalase, dan di tempat tersembunyi lainnya. Kadang pemiliknya lupa dan jangan heran kita akan menemukan piring bertebaran disudut-sudut pondok.
Karena piring menemani pemiliknya dengan setis selama setengah tahun mrnjadi anak baru. Maka fungsinya pun menjadi ganda, selain untuk tempat makan didapur, berikut fungsi lainnya :
1). SEBAGAI PELINDUNG KEPALA
Terkadang ketika kita akan makan siang, cuaca begitu panas dan terik, berjalan dihamparan paving depan Aligarh dengan suasana begitu memaksa kita untuk menggunakan piring yang kita cangking diangkat sedikit keatas untuk menutupi kepala dari silaunya sinar matahari. Begitupun jika hujan turun, berpayung piring sedikit membantu mengurangi tetesan air dikepala.
2). TIADA GAYUNG PIRING PUN JADI
Ketika kelas anak baru ditempatkan di gedung Satelit, yang namanya ansk baru kebanyakan bawa piring ke kelas, maka jika hendak ke kamar mandi dikomplek Yaqdzoh setelah pengalaman tidak menemukan gayung, memaksa mereka untuk ijin kekamar mandi kepada Ustadz sambil membawa piring. Sampai ada yang heran itu orang mau makan apa bung airdi kamar mandi.
3). PENGGANTI BANTAL
bersambung. . . . . . .
Di gontor, piring yang boleh digunakan hanya berbenyuk lingkaran dan berbahan dasar melamine saja. Piring empreng hanya untuk kelas 6. Piring lingkaran melamine pun belum cukup, tapi harus polon tanpa gambar atau motif. Piring bentuk lingkaran dipilih untuk menyeragamkan piring Santri se-Darussalam. Semua disengaja untuk pendidikan kerapian dan keseragaman. Dipilihnya bahan melamine karena ringan, mudah dibawa, tidak mudah pecah, aman dan tidak berisik kalau jatuh.
Para anggota dapur umum juga diwajibkan memberi nama, kelas, daerah dan rayon menggunakN cat diatas piringnya. Kalau tidak seperti itu maka akan banyak orng malas mengambil piring dan lebih suka meminjam. Itu bisa menularkan penyakit dan jika tanpa identitas akan mudah hilang dan membuat si pemilik tidak bisa makan. Setiapkita akan keluar dari dapur di pintu keluar biasanyaada staff Bag. Dapur yang mencocokan nama dipiring dengannama di papan nama kita. Piring menjadi barang pribadi yang wajib dimilki oleh Santri se-Darussalam, terutama anggota Dapur Umum.
Piring adalah salah satu benda paling populer dan ada dimana-mana. Bagi kalangan anak baruyang peraturannya keluar dari rayon setengah jam lebih cepat, mereka biasa membawa piring kemana-mana, masuk kelas pagi, pelajaran sore, muwajjah malam, pramuka bahkan muhadhoroh kadang ada yang bawa piring. Kalau kita melihat Santri membawa piring ke tempat yang tidak sesuai, betarti mereka Santri baru yang tidak sempat mengembalikan piringnya ke kamar.
Jika dibandingkan dengan diluar sana, hal ini termasuk unik dan langka. Bisa dibayangkan, biasanya diruang kelas hanya ada peralatan tulis, tapi dikelas 1 dan 1 Int. kita bisa melihat piring sebagai alat dapursatu-satunya yang masuk kelas dan menemani pemiliknya belajar. Keyika latihan pramuka sebagai kegiatan ekskul, piring biasa diletakkan di sela-sela tanaman, etalase, dan di tempat tersembunyi lainnya. Kadang pemiliknya lupa dan jangan heran kita akan menemukan piring bertebaran disudut-sudut pondok.
Karena piring menemani pemiliknya dengan setis selama setengah tahun mrnjadi anak baru. Maka fungsinya pun menjadi ganda, selain untuk tempat makan didapur, berikut fungsi lainnya :
1). SEBAGAI PELINDUNG KEPALA
Terkadang ketika kita akan makan siang, cuaca begitu panas dan terik, berjalan dihamparan paving depan Aligarh dengan suasana begitu memaksa kita untuk menggunakan piring yang kita cangking diangkat sedikit keatas untuk menutupi kepala dari silaunya sinar matahari. Begitupun jika hujan turun, berpayung piring sedikit membantu mengurangi tetesan air dikepala.
2). TIADA GAYUNG PIRING PUN JADI
Ketika kelas anak baru ditempatkan di gedung Satelit, yang namanya ansk baru kebanyakan bawa piring ke kelas, maka jika hendak ke kamar mandi dikomplek Yaqdzoh setelah pengalaman tidak menemukan gayung, memaksa mereka untuk ijin kekamar mandi kepada Ustadz sambil membawa piring. Sampai ada yang heran itu orang mau makan apa bung airdi kamar mandi.
3). PENGGANTI BANTAL
bersambung. . . . . . .
Piket Malam
Piket Malam adalah piket jaga pondok di malam hari oleh kelas 1 Intensif, 3 Intensif dan Kelas 4 bergiliran antar rayon atau asrama.
Jika rayon kita dapat giliran piket malam maka setelah Isya tidak ikut belajar malam melainkan tidur sampai jam 9 lalu kumpul dibagian keamanan untuk pembagian tempat jaga masing-masing tiga orang tiap tempat yang tersebar dari Gedung Satelit sampai Pabrik Es dan dari Perdos Mekah sampai BMT. Setelah pembagian biasanya ada pengarahan sebelum disuruh kembali ke rayon untuk tidur kembali dan memulai jaga pada pukul 11 malam dengan Ceklist nama dulu di Bag. Keamanan.
Selama jaga dari jam 11 sampai Shubuh ada Ceklist nama ke Bag. Keamanan setiap jam sebagai tanda kalau yang jaga tidak tidur, sesekali juga Staff Keamanan keliling untuk mengecek ke tempat-tempat jaga. Apabila ada yang ketahuan tidur maka hukumannya biasanya mengejar sepeda Staff Keamanan, lari-lari keliling pondok. Itu lebih baik dari pada tidak mendapatkan Tashrikh atau Surat Ijin tidak masuk kelas pada jam pertama dan kedua pelajaran untuk tidur karena piket malam.
Gambar diatas adalah contoh dari Tashrikh tersebut.
Minggu, 12 Januari 2014
Member of Room Five (New Adult Dormitory, Gontor) 2012
1.Muhammad Faqih Bahrul Kiram ~ Jember
2. Amiruddin ~ Thailand
3. Muhammad Zhafir ~ Malaysia
4. Dhiyaul Haq ~ Banyumas
5. M. Iqbal Munir ~ Cilacap
6. Harninda Saputra ~ Pontianak
7. M. Fazreem ~ Malaysia
8. M. Luqman Hakim ~ Malaysia
9. Dadan Nur Diana ~ Tasikmalaya
10. Dimas Hardiansyah ~ Garut
11. M. Fadli Rinaldi ~ Jakarta
12. Ihsan Permadi ~ Tangerang
13. M. Jafar Ash Sidiq ~ Pekanbaru
14. Alpiansyah ~ Bandar Lampung
15. M. Iqbal Fahri ~ Tulang Bawang
16. Naufal Ulin Nuha ~ Blora
17. M. Prabowo ~ Bogor
18. Zebi Rea Anggara ~ Malang
19. Musonip Saputro ~ Jambi
20. Tri Ahmad Nur ~ Jakarta
21. M. Sean Filo ~ Bogor
22. M. Faisal ~ Cirebon
23. Hizbul Mujahidin ~ Makassar
24. M. Arif Hidayat ~ Cirebon
25. Bassoka Ilham Yahya Hermawan ~ Kota Waringin Timur
26. Rizky Aditya ~ Pontianak
27. Agarin Muksit ~ Madiun
28. FIRHAN ADI WACONO ~ KEBUMEN
29. M. Fazlullah Ihza Qasim ~ Siman, Ponorogo
30. M. Zakki al Mubarak ~ Tuban
31. M. Harwin Akbar Fatekha ~ Tuban
32. Choirul Ikhwan ~ Bekasi
33. Septiono ~ Lampung
34. Agung Pradana ~ Tulang Bawang
35. Naufal Fawwaz F. ~ Surabaya
36. M. Irsyad ~ Bacan
37. M. Ihsanudin Fikri ~ Pekalongan
38. Ismail Yusuf ~ Asahan
39. Abdullah Kaso ~ Thailand
40. M. Ariesdy Prawiranegara ~ Bone
MUDABIR :
1. Al-akh Fachru ~ Bogor
2. Al-akh Habib ~ Semarang
3. Al-akh Afif ~ Jember
4. Al-akh Aqil ~ Lhokseumawe
5. Al-akh Nugroho ~ Sintang
ROIS MASKAN :
1. Al-akh Sholeh - Bima
2. Al-akh Fachru - Bogor
3. Al-akh Rifki - Tangerang
2. Amiruddin ~ Thailand
3. Muhammad Zhafir ~ Malaysia
4. Dhiyaul Haq ~ Banyumas
5. M. Iqbal Munir ~ Cilacap
6. Harninda Saputra ~ Pontianak
7. M. Fazreem ~ Malaysia
8. M. Luqman Hakim ~ Malaysia
9. Dadan Nur Diana ~ Tasikmalaya
10. Dimas Hardiansyah ~ Garut
11. M. Fadli Rinaldi ~ Jakarta
12. Ihsan Permadi ~ Tangerang
13. M. Jafar Ash Sidiq ~ Pekanbaru
14. Alpiansyah ~ Bandar Lampung
15. M. Iqbal Fahri ~ Tulang Bawang
16. Naufal Ulin Nuha ~ Blora
17. M. Prabowo ~ Bogor
18. Zebi Rea Anggara ~ Malang
19. Musonip Saputro ~ Jambi
20. Tri Ahmad Nur ~ Jakarta
21. M. Sean Filo ~ Bogor
22. M. Faisal ~ Cirebon
23. Hizbul Mujahidin ~ Makassar
24. M. Arif Hidayat ~ Cirebon
25. Bassoka Ilham Yahya Hermawan ~ Kota Waringin Timur
26. Rizky Aditya ~ Pontianak
27. Agarin Muksit ~ Madiun
28. FIRHAN ADI WACONO ~ KEBUMEN
29. M. Fazlullah Ihza Qasim ~ Siman, Ponorogo
30. M. Zakki al Mubarak ~ Tuban
31. M. Harwin Akbar Fatekha ~ Tuban
32. Choirul Ikhwan ~ Bekasi
33. Septiono ~ Lampung
34. Agung Pradana ~ Tulang Bawang
35. Naufal Fawwaz F. ~ Surabaya
36. M. Irsyad ~ Bacan
37. M. Ihsanudin Fikri ~ Pekalongan
38. Ismail Yusuf ~ Asahan
39. Abdullah Kaso ~ Thailand
40. M. Ariesdy Prawiranegara ~ Bone
MUDABIR :
1. Al-akh Fachru ~ Bogor
2. Al-akh Habib ~ Semarang
3. Al-akh Afif ~ Jember
4. Al-akh Aqil ~ Lhokseumawe
5. Al-akh Nugroho ~ Sintang
ROIS MASKAN :
1. Al-akh Sholeh - Bima
2. Al-akh Fachru - Bogor
3. Al-akh Rifki - Tangerang
Ok Mas Bro!
Kamar 5 berhasil mempertahankan anggotanya yang 40 tetap utuh di awal tahun..
[JANGAN MALU] Jadi Kudama Gontor Dua
Teman2 Kudama Gorda 2012 baik yang caplek ataupun yang murni, jangan pernah minder dengan status kalian itu!
Jadilah yang terbaik, kita lebih banyak membantu pondok daripada mereka.
Pengalaman kita lebih banyak.
Siapa yang piket Gerbang 24 jam nonstop saat calon wali santri berduyun2 datang ke Gorda untk mendaftarkan anaknya??
Siapa yang mengantarkan anak baru yg gak paham pondok kekamarnya masing2??
Siapa yang jadi Ketua Kamar dan mengajarkan cara pakai sarung, melipat sajadah, merapikan kotak, dsb kepada anak baru?? Siapa yg membangun Gedung Yaqdzoh 4??
Siapa yg pernah bantu panitia ujian masuk dgn memasukkan ribuan data Santri ke komputer dari pagi hari gak masuk kelas sampai jam 3 malam??
Siapa yang belum pernah merasakan semua jenis piket di Gorda??
Siapa yang ambil absen anak baru malam2 ke Pengasuhan Santri, diberi pengumuman, dinasehati langsung sama Ustadz pengasuhan??
Siapa yang pernah pegang HT waktu piket malam??
Siapa yang jaga anak baru biar gak kabur malam2??
Dan masih banyak lagi, pengalaman2 itu yang bisa membuat kita itu beda!
Siapa yang piket Gerbang 24 jam nonstop saat calon wali santri berduyun2 datang ke Gorda untk mendaftarkan anaknya??
Siapa yang mengantarkan anak baru yg gak paham pondok kekamarnya masing2??
Siapa yang jadi Ketua Kamar dan mengajarkan cara pakai sarung, melipat sajadah, merapikan kotak, dsb kepada anak baru?? Siapa yg membangun Gedung Yaqdzoh 4??
Siapa yg pernah bantu panitia ujian masuk dgn memasukkan ribuan data Santri ke komputer dari pagi hari gak masuk kelas sampai jam 3 malam??
Siapa yang belum pernah merasakan semua jenis piket di Gorda??
Siapa yang ambil absen anak baru malam2 ke Pengasuhan Santri, diberi pengumuman, dinasehati langsung sama Ustadz pengasuhan??
Siapa yang pernah pegang HT waktu piket malam??
Siapa yang jaga anak baru biar gak kabur malam2??
Dan masih banyak lagi, pengalaman2 itu yang bisa membuat kita itu beda!
Tari Aceh PG 687
Baru beberapa minggu tinggal di GBK, eh rois PG butuh anggota buat ikut Tari Aceh, pas waktu itu aku jadi rois hujroh sukarela, langsung tak uprak2i hujroh khomisa kon melu Tari Aceh, alhamdulillah penari Aceh yg dari anggota terbanyak dari Room 5 GBK.
Kami tidak ikut belajar malam, jadi ba'da Isya langsung ke mabna Robithah latihan tari Aceh langsung diajar al-Akh dari Aceh sampai 11 malam selama sebulan.
Karena itu aku sering ngantuk kalo dikelas, tapi wali kelas maklum.
Tari Aceh gak gampang, kompaknya itu susah! Setelah latihan diatas karpet, lantai, sampai diatas paving bahkan Rabithah lantai 5, kaki pegel kepalan lecet.
Akhirnya kami tampil di Panggung Gembira dibawah rintikan air hujan dan mendapatkan nilai 9,5. Pengalaman, alhamdulillah. :)
Akhirnya kami tampil di Panggung Gembira dibawah rintikan air hujan dan mendapatkan nilai 9,5. Pengalaman, alhamdulillah. :)
Kala Sang Merah Putih bersanding dengan Merah Hijau Putih
Kala upacara pembukaan Pekan Perkenal Khutbatu-l-'Arsy dilapangan hijau Gontor nan elok kulihat dua tiang bendera terpancang ditengah lapangan sama tinggi dengan satu tiang sudah terpasang bendera Merah Hijau Putih, bendera kebanggaan Gontor. Sedangkan satu tiang kosong segera diisi bendera Sang Saka Merah Putih, bendera kebanggaan Bangsa Indonesia oleh paskibraka Gontor dengan langkah tegas nan gagah berseragam merah putih.
Jantung berdetak kencang saat dihadapanku berkibar dua bendera besar yang saling berdampingan. Sebagai Santri baru kala itu, Saya merasa memasuki sebuah negara baru bernama Gontor dengan Merah Hijau Putih kebanggaannya.
Rasa nasionalismeku sebagai warga negara Indonesia perlahan-lahan diislamisasi dinegara baruku ini. Dengan melihat teman-teman Santri dari luar negeri hikmat menikmati detik-detik pengibaran Sang Saka membuatku yakin semangat Islam lah yang harus lebih dijunjung tinggi antar bangsa.
Negara dalam Negara
Ketika bahasa Indonesia dilarang dalam percakapan resmi dan segala atribut kebangsaan dilarang digunakan dan tidak pernah melihat bendera Merah Putih berkibar setiap pagi hari bahkan upacara pengibaran Merah Putih hanya dua kali setahun membuat diri ini seperti berada diluar negri.
Negeri nan damai diplosok desa lereng Gunung Lawu itu dipenuhi oleh Santri dari penjuru negri dan negara-negara didunia, bagai sebuah negri kecil multi-etnis dengan Islam sebagai asasnya.
Persaudaraan antar etnis antar bangsa disatukan dengan prinsip Ukhuwwah Islamiyah tanpa diganggu oleh embel-embel kedaerahan. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pemersatu dan Qur'an dan Hadits sebagai dasar dalam menjalani hidup.
Ketika koran Republika berbahasa Indonesia yang terpajang dietalase-etalase yang tersebar disudut-sudut pondok memberitakan berbagai konflik antara Indonesia dan negri jiran, dari penghinaan Habibie, penyiksaan TKI sampai pelanggaran tapal batas yang dibaca oleh Santri kedua negara tidak akan mampu membuat hubungan antar Santri kedua negara ini rusak atau menimbulkan konflik dan perdebatan seperti didunia maya.
Semangat persaudaraan muslim tak akan tergoyahkan oleh hal kecil yang memprovokasi yang dapat merusak hubungan antar kedua jiran yang mayoritas muslim ini.
Bahkan untuk pertandingan bola kawasan Asia Tenggara apabila ada tim Indonesia bertanding dengan tim dari Thailand atau Malaysia, dua negara luar dengan Santri mayoritas bertanding. Kami biasa menonton bersama di layar lebar dengan antusias. Dengan persyaratan diam dalam menonton bola tidak ramai ketika goal membuat pertandingan yang ditonton Santri kedua negara berjalan sangat damai dan penuh suka cita.
Langganan:
Postingan (Atom)








