Translate

Tampilkan postingan dengan label Lembaran Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lembaran Kenangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

Piket Kantor Administrasi

Di GBK ada yang namanya piket ADM yaitu piket bersih-bersih Kantor ADM juga sekalian seluruh gedung Madrasah, Kamar Mandi Asatid dan Masjid At-Tiq.

Berjumlah tiga orang dan gantian antar kelompok yang sudah dibagi menurut nomor urut absen dikamar oleh ketua rayon. Pekerjaannya cuma ngepel dan nyapu, terkadang disuruh mencuci sedikit gelas. Piket itu dimulai dari setengah lima sore sampai jam lima tepat. Setelah selesai biasanya Staff ADM memberi uang kepada salah seorang untuk membeli makanan di Walapa, sambil menunggu biasanya yang lain dikasih motivasi atau sekedar ngobrol dan yang paling terakhir dikasih surat ijin terlambat berangkat kemasjid seperti diatas. Katanya si boleh mandi dulu, tapi sampai rayon malah dimarosimin sama Mudabir suruh ke Masjid cepat.


Nah, itu dia yang bikin malas untuk piket Adm, tidak bisa mandi. Makanya banyak yang kabur-kaburan. Kalau kayak gitu ketua rayon biasanya cari orang yang terlambat keluar rayon untuk disuruh piket.hahaha..

Rabu, 15 Januari 2014

Kawan Lama

Namanya Faris, dia adalah sekonsulat Saya dan berasal dari Kota Purworejo, kami bersama saat calon pelajar di Gontor Dua untuk belajar Imla ke Ustadz konsul, belajar bersama setiap saat dan menikmati hari-hari bersama.

Bahkan saat yudisium kelulusan ke KMI kita duduk bersama dan menangis bersama saat nomer ujian kita disebutkan lulus di Gontor Satu. Kita pernah berjanji untuk selalu belajar bersama disana nanti.

Beberapa hari setelah kelulusan, Saya dan kawan yang lain diajak makan di Cafe Prasmanan Gorda sebagai wujud rasa syukurnya telah lulus ke Gontor Satu.

Ketika awal di Gontor Satu, kita disibukkan dengan acara Panggung Gembira, saat itu Saya ikut Tari Aceh dan dia ikut Orchestra ditambah kita beda kelas, walaupun kamar kami bersebelahan tapi jarang ketemu.

Sampai akhirnya, hari pertama kumpul konsulat di malam hari dia pulang bersama ibunya karena tidak kerasan.

Saat itu Saya terpukul sekali karena tidak bisa mencegahnya. Sekarang di melanjutkan di MAN di Kota Purworejo. Dan hari ini setelah setahun lebih tak bertemu, aku akan datang kerumahnya untuk silahturahmi.

----------
Dikirim dari Nokia saya

Minggu, 12 Januari 2014

Kini Kau Tlah Tiada Brother

Tepat hari ini adalah 40 hari kematiannya, dia adalah seorang pemuda belasan tahun atau generasi beberapa tahun diatasku berasal dari RT 1 ini. Lebaran tahun lalu aku sempat bersalaman dengan dia dirumahnya.

Ceritanya panjang, saat Saya perpulangan akhir tahun 1433 H dia didakwa stress dan tergila2 kepada gadis belakang rumahku. Banyak yang bilang dia begitu karena cintanya ditolak oleh Santriwati itu. Karena dia aneh dan abnormal, dia diasingkan ke ma'had salaf di Kota ini.

Tapi sepertinya dia dibuang, selama 3 bulan ibubapanya tidak memberinya uang atau makanan apapun, sehingga ada seorang memberitahu bahwa dia sakit hampir mati. Setelah dibawa pulang 2 hari dirumah, tubuhnya kurus bagaikan tulang yang dibalut kulit, padahal dulunya kekar. Akhirnya dia meninggal diusia muda.. Selamat jalan Mas!

Deklarasi

Pada acara perpisahan sekolah dan penyerahan Siswa kembali dilapangan tengah SMP N 1 Karangsambung dimulai, kulihat Ibu dari kejauhan datang berpakaian serba pink sedang tanda tangan kehadiran. Setelah acara pentas seni dan sambutan-sambutan selesai dilaksanakan, tibalah saatnya yang menegangkan saat pembagian surat kelulusan oleh Kepala Sekolah dilanjutkan dengan berjabat tangan bersama seluruh dewan guru. Lalu kami dikumpulkan ditengah lapangan berjejer rapi dengan larangan membuka amplop dulu menunggu semua selesai dibagikan dan wali murid datang menghampiri. Ketika Ibu datang dan aku membuka amplop dengan senyum lebar dan ternyata aku lulus, dengan senyum bahagia aku memeluk Ibuku tampak mata Ibuku memerah seakan mengeluarkan air mata bahagia, dan seketika aku ucapkan "Bu, masukkan aku ke Gontor." Ibu menjawab, "Iya, akan Ibu usahakan". Sementara temanku ada yang berteriak, menangis penuh histeris membuat suasana mengharu biru.

Biyung

Yung.. Ojo ngarep duit opo maneh bojo karo aku, jaman sansoyo edan, tolemu siji2ne iki wayahe lunga ngemboro nggolek ngelmu ben gampang olehe nggolek duit lan ngragati anak bojo mbesuk.. Ngapurane yung, aku wis akeh ngrepoti, aku ugo nyadari nek aku anake wong ra duwe. Urip prihatin neng pondok wis biasa, ngalor-ngidul nggolek utangan karo kancane dak lakoni yen ncen wesel sekomu telat.. Kangene atiku karo sliramu mung iso tak tahan, isone mung tlp lan ngoret2 kertas lan ndungo marang gusti karo mbrebes mili. Ora perlu sliramu teka njenguk awakku adoh2 koyo opo sing wong tua kancaku lakoni. Pasti ngentekke ragad akeh, aku ngerti kui yung. Sapa ra sneng diparani kanggo jamu kangene ati, tapi opo maneh keaadane ra mungkini.. Nyuwun pandongamu yung ben aku bagas waras bisa gampang olehe nggolek ngelmu, betah neng kana, ngelmuku manfaat lan dadi bocah sing soleh. Aku ugo ndangakke sliramu lan bapak ben gampang olehe nggolek duit kanggo ngragadti aku yung.. Ojo nangis yen aku lungo.. Rumah Kenangan, Wonogiri.