Pernah dalam perbincangan Saya bersama kawan ketika waktu santai membahas pekerja pondok yang sepertinya paling ikhlas membantu pondok.
Kami sepakat bahwa orang itu adalah Pak Tua penyapu halaman paving Rabithah yang biasa bertopi itu, setiap Saya pergi ke Rabithah secara tidak langsung mengamati pekerja itu.
Sapu adalah senjatanya selain cikrak yang kadang dibawanya, banyak kesaksian dari kawan2 yang pernah melihat beliau dengan suka hati menggunakan batang bambu 'genter' untuk menggugurkan dedaunan kering kecil2 milik pohon didepan Gedung Rabithah samping taman, tidak hanya pohon itu, beliau juga sering menggugurkan dedaunan kering pohon2 milik warga yang dahannya masuk area pondok. Dengan sabar beliau menyapu dedaunan kecil yang terserak tertiup angin. Bahkan siang hari beliaupun masih tetap semangat menyapu halaman paving nan luas itu.
Kalau kita sendiri, apa segitunya sampai menggugurkan dedaunan kering diatas pohon supaya cepat jatuh?
Inspiratif.
Translate
Selasa, 22 Juli 2014
Rabu, 09 Juli 2014
Noblos di Gontor
Kita tidak tahu apapun, siapa calonnya dan mana yang akan kita pilih kita tidak tahu. Mereka semua juga datang dari Jawa Timur dan Ponorogo khususnya, sama sekali tidak ada hubungan dengan kami yang datang dari luar kota. Ya! Mereka adalah para calon legislatif.
Tiba2 kami disuruh kumpul dan diberi pengarahan tata cara menoblos serta instruksi dari Ustadz untuk tidak memilih partai nasionalis sekuler dan calon nonmuslim tanpa menyebut nama. Bahkan karena saking banyaknya surat undangan yang diberikan pihak KPU ke pihak pondok, membuat Asdtidz kewalahan untuk membagikan ke pemiliknya masing2 karena tidak ada data kelas dan rayon. Jadinya suratnya disebar acak kesuluruh Santri dan dipastikan semua mendapatkan satu2, supaya menoblos di TPS masing2 dan tidak Golput.
Ada 5 TPS yang tersebar dikomplek pondok khusus untuk para Santri dan Asatidz. Kami baru tau calegnya ketika pagi hari sebelum masuk kelas, bahkan yang kelasnya jauh dari TPS langsung masuk dan noblos ketika istirahat tanpa melihat2 siapa calegnya. Semua DPT yang terpajang beralamat di PMD Gontor sedangkan alamatnya ada dari beragam kota ditanah air. Kami hanya boleh menoblos dijam istirahat dan tidak ada kata libur.
Di TPS semua petugas adalah para bapak dan ibu sedangkan pemilihnya adalah kaum muda Santri Gontor, para pemilih pemula. Tidak ada kampanye disini, tidak ada atribut kampanye diarea pondok.
Ini adalah pengalaman luar biasa sekali seumur hidup yang tidak semua Santri Gontor merasakannya!
Kehebatan Masjid Jami' Gontor
Ingatkah apa kata Ust. Khusni pengasuh PMD Gontor 2 ketika kita masih calon pelajar?. Katanya, diantara banyak Masjid di dunia cuma ada tiga Masjid yang jamaahnya selalu ramai. Yaitu pertama di Mekah, kedua di Madinah dan yang terakhir ada di Ponorogo, yaitu Masjid Jami Gontor.
Memang ada Masjid yang lebih besar seperti Masjid Istiqlal dan Masjid Baiturrahman tapi kata beliau ketika lima waktu sholat jama'ahnya sangat sedikit. Tidak seperti di Gontor yang selalu ramai dengan ribuan Santri.
Selain itu, ribuan Santri yang sholat berjamaah di Masjid Jami' Gontor datang dari berbagai daerah di tanah air bahkan luar negri, semuanya memakai baju yang dimasukkan dengan bersarung yang rapi. Semuanya memakai peci hitam, atau songkok nasional. Jika kita amati lebih dalam, mereka bertakbiratul ihram sesuai madzhab yang mereka yakini. Karena mereka juga datang dari berbagai kalangan, dari NU, Muhammadiyah sampai Persis. Latar belakang keluarga mereka juga ada yang petani bahkan pejabat setingkat menteri. Semuanya sama menghadap Allah.
Luar biasa!
Amazing View
Pemandangan paling menakjubkan di Gontor yang sampai sekarang belum terupload di internet atau terpampang di Warta Dunia adalah suasana Belajar Malam Keliling yang diadakan ketika menjelang ujian. Kita akan melihat ribuan manusia belajar membawa buku sejauh mata memandang diarea kampus dalam pondok, ada yang belajar ditangga Masjid, bawah menara, berjalan di lapangan, lesehan diatas paving, diparkiran, ditaman, dibawah pohon dsb. Suasana begitu ramai dengan teriakan ribuan Santri yang menghafal pelajaran. Lampu-lampu tambahan disebar disudut2 pondok, seperti ruang kelas raksasa. Belum ratusan Asatidz yang disebar dan siap ditanyai Santri jika ada pelajaran yang belum paham atau sekedar melapor hafalan, ada juga stand2 khusus tersebar per kelompok mata pelajaran yang siap memberikan penjelasan kepada Santri yang datang.
Menakjubkan!
Sabtu, 21 Juni 2014
Piket Malam
Piket Malam adalah piket jaga pondok pada malam hari dari pukul 23.00 sampai shubuh. Dilaksanakan oleh kelas 1 Int., 3 Int. dan kelas 4, digilir setiap rayon, ada sekitar 40an pos yang tersebar dikomplek pondok, mulai dari kamar asatidz sampai persimpangan jalan strategis, tiap pos terdiri dari 3 orang, khusus Coffe Staff yang bertugas membuat Kopi dan keliling membagikannya dengan gerobak bisa lebih dari 3 orang.
Kalau kita dapat giliran piket malam, maka tidak ikut belajar malam, tapi di ganti dengan tidur sampai pukul 21.00, setelah itu kumpul di Bag. Keamanan untuk pembagian tempat dan boleh tidur lagi atau beli makanan untuk jaga sampai pukul 23.00. Sebelum jaga harus ceklist, mengambil buku laporan jaga dan memakai kacu tanda piket malam...
Kalau ada Santri malam hari membawa makanan berkacu hijau keliling pondok, berarti merekalah petugas piket malamnya. Selama jaga tidak boleh tidur, kalau ketahuan Bag. Keamanan yang keliling bisa disuruh lari keliling pondok mengejar sepedanya, di hukum keliling gedung atau tidak dapat surat ijin.
Ya, kita dapat ijin meninggalkan dua jam mata pelajaran untuk tidur setelah piket malam. Piket malam biasa di isi dengan baca buku, ngobrol atau bikin mie "gober", supaya Santri tidak tidur, biasanya ada absen wajib tiap jam.
Kalau kita dapat giliran piket malam, maka tidak ikut belajar malam, tapi di ganti dengan tidur sampai pukul 21.00, setelah itu kumpul di Bag. Keamanan untuk pembagian tempat dan boleh tidur lagi atau beli makanan untuk jaga sampai pukul 23.00. Sebelum jaga harus ceklist, mengambil buku laporan jaga dan memakai kacu tanda piket malam...
Kalau ada Santri malam hari membawa makanan berkacu hijau keliling pondok, berarti merekalah petugas piket malamnya. Selama jaga tidak boleh tidur, kalau ketahuan Bag. Keamanan yang keliling bisa disuruh lari keliling pondok mengejar sepedanya, di hukum keliling gedung atau tidak dapat surat ijin.
Ya, kita dapat ijin meninggalkan dua jam mata pelajaran untuk tidur setelah piket malam. Piket malam biasa di isi dengan baca buku, ngobrol atau bikin mie "gober", supaya Santri tidak tidur, biasanya ada absen wajib tiap jam.
Langganan:
Postingan (Atom)
